
JOSE RAMOS HORTA
Jose Ramos Horta lahir pada 26 Desember 1949 di Dili, Timor Timur. Ibunya 
orang asli Timor Timur sedang bapaknya adalah seorang Portugis. Ayahnya
dibuang ke Timor Timur oleh diktator Salazar. Horta pernah mengeyam
pendidikan Katholik di Soibada. Kemudian setelah Indonesia menginvasi Timor
timur ia bergabung dengan Fretelin. Ia mempunyai 11 saudara, empat
diantaranya tewas terbunuh oleh militer Indonesia.
Horta aktif dalam membangun kesadaran politik di Timor Timur, akibatnya ia
dibuang ke Mozambique oleh pemerintah Portugal selama dua tahun, 1970-1971.
Sebenarnya ia adalah orang yang moderat dalam kekuatan nasionalisme rakyat
Timor Timur. Karena itulah ia diberi mandat sebagai eksekutif dalam partai
pro-kemerdekaan, 1974-1975.
Pada tahun 1975, dia tiba di New York dan berpidato di Dewan Keamanan
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menyerukan untuk mengambil langkah tegas
terhadap invasi militer Indonesia yang menyebabkan lebih dari 200.000 rakyat
Timor Timur tewas dalam kurun waktu tahun 1976 – 1981. Jose Ramos Horta
kemudian menjadi representatif Fretilin untuk PBB. Ia juga pernah berbicara
pada Komite Keempat Majelis Umum, Komite Khusus Dekolonisasi, Komisi HAM
PBB, Dewan Urusan Luar Negeri-Parlemen Eropa. Pengalamannya menjadi diplomat
dituangkan kedalam buku berjudul Funu: the Unfinished Saga of East Timor
(Read Sea Press, New York, 1987). Dan diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia, Funu : Perjuangan Timor Loro Sae Belum Selesai (Solidamor, 1998).
Sejak tahun 1991 sampai April 1998, ia menjadi Representatif Dewan
Perlawanan Bangsa Maubere (CNRM), sebuah organisasi payung pro kemerdekaan,
baik yang di dalam maupun yang di luar negeri. Dia terpilih menjadi Wakil
Ketua Dewan Perlawanan Bangsa Timor (CNRT) pada Konvensi Nasional Rakyat
Timor Timur di diaspora pada 27 April 1998. Ia juga menjadi representatif
pribadi (personal representative) Presiden CNRT, Xanana Gusmao.
Pada tahun 1992, Horta secara resmi mempresentasikan konsep CNRM tentang
rencana perdamaian Rencana itu menyerukan agar semua pihak mematuhi
Resolusi PBB tentang Timor Timur, penarikan tentara Indonesia, pembebasan
tahanan politik, penghormatan hak asasi manusia dan mendirikan sekretariat
PBB di Timor Timur. Rencana terakhir adalah menetapkan otonomi di bawah
supervisi PBB. Baru setelah itu diadakan referendum dengan pilihan : a.
merdeka; b. integrasi dengan Indonesia; atau, c. berada di bawah naungan
Portugal.
Tahun 1994, ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Ali Alatas, pada sebuah
dilaog di bawah naungan PBB. Pertemuan itu adalah pertemuan pertama antara
Menlu RI dengan pemimpin perlawanan rakyat Timor Timur yang ada di luar
negeri. Pada tahun 1995 dan 1996, ia juga berpartisipasi dalam pertemuan
antar orang Timor Timur, baik yang di dalam maupun di luar neger, di
Austria.
Pada tahun 1996 ia memperoleh penghargaan Nobel Perdamaian bersama Uskup
Carlos Ximenes Belo. Panitia Nobel menganugerahi kepada dua orang tersebut
karena dianggap secara terus menerus merintangi penindasan terhadap rakyat
kecil. Komite Nobel juga mempertimbangkan Jose Ramos Horta sebagai juru
bicara Timor Timur di luar negeri sejak tahun 1975.
Ia pernah menerima penghargaan dari Profesor Thorolf Human Rights Prize
(1993), The Gleitzman Foundation Award (1995), dan menerima penghargaan
tertinggi dari pemerintah Portugal, The Order of Freedom, pada tahun 1998.
Dedikasinya untuk memperjuangkan HAM dia buktikan dengan menyelenggarakan
Program Pelatihan Diplomasi (DTP) pada Law Faculty of the University of New
South Wales. Tujuan program ini adalah melatih penduduk asli, kaum minoritas
dan aktivis hak asasi dari wilayah Asia Pasifik agar mengetahui sistem HAM
PBB.
Ia menjalin hubungan yang sangat erat dengan pejuang HAM dari seluruh dunia,
termasuk Aung San Suu Kyi, yang sangat dia segani. Tahun 1994, selama dua
minggu ia menjelajahi Burma dengan program DTP-nya. Di negeri Seribu Pagoda
itu ia bekerja bersama aktivis LND (Liga Nasional demokrasi) pimpinan Suu
Kyi. Pimpinan perjuangan Tibet, Dalai Lama dan pemimpin Guetemala, Rigoberta
Manchu adalah sahabatnya.
Sekitar tahun 1969 – 1974, Horta pernah mengenyam pendidikan dan berprofesi
sebagai jurnalis di Timor Timur, selain juga sebagai koresponden radio dan
TV. Sedangkan posisi sebagai direktur hubungan publik dan media pada
Kedutaan Besar Mozambique, di Washington DC, pada tahun 1987-1988.
Jose Ramos Horta kuliah hukum publik internasional di The Hague Academy of
International Law (1983). Gelar MA diselesaikan di Antioch University, Ohio,
AS. Pendidikan tentang Hukum Hak Asasi Manusia di International Institute of
Human Rights In Strasbourg, France (1984). Dia juga pernah menempuh
pendidikan di American Foreign Policy at Columbia University, New York
(1983). Pada tahun 1987 ia menjadi Anggota Senior Asosiasi pada St.
Anthony’s College, Oxford, England.
Horta memperoleh gelar doktor honoris causa dari Pontifica Universidade
Catolica of Campinas, Brazil (1996); Antioch University, Yellow Springs,
Ohio (1997); dan the University of New South Wales, Sydney, Australia
(1998).
sumber: http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1999/06/28/0047.html
sr:presidenti atan hau nudar povu kiak maske inan aman kiak maibe atan hau tan iha hanoin atu estuda kona ba energya listrik ,instalasao,listrik,manutensao energya nebe iha ita nia nasao ladun diak tan nee atan hau mai iha indonesia estuda kona ba energya listrik se bele karik atan hau agora dadauk inan aman mos fraku hotu ona atan hau atu kontinua estudu maibe hasoru proplemas barak,no difikuldade Barak iha rai indonesia.nudar nai ulun nasao timor rai lulik NIA FO FINANCEIRO NO TULUN atan hau husu FO ajuda ba ami povu kiak nia oan nebe agora :
estuda
iha ”’UNIVERSIDADE WIDYAGAMA MALANG JAWA TIMUR INDONESIA
SEMESTERE:7 TUJUH
FAK/JUR:TEKNIK ELEKTRO/ENERGI LISTRIK
LAHIR:LAGA 19 MARET 1985
EMAIL :seguilaba_gimata@yahoo.com/jondifer_boavida193@yahoo.co.id
no.hp:+6281233321718
atan hau hein sr.presidente nia resposta.atu nunee atan hau bele tinan oin remata estuda (wisuda strata I sI)
no mos atan hau husu ba GOVERNO TIMOR -LESTE SE BELE KARIK STUDANTE NEBE ESTUDO IHA RAI INDONESIA IDA NEE FO BEBAS VISA.TINAN IDA PERPANJAG DALA IDA,ATAN HAU NUDAR NASAO NIA OAN AMI LAKOHI ATU HAFOER NASAO NIA NARAN:MAI BE KONDISAO MAK HALO AMI HALO MATE AMI NIA VISA ESTUDANTA NUDAR FITURU NASAO 75% MAK IHA INDONESIA VISA MATE OIN SA ITA NUDAR NASAO RAI LULIK TIMOR NIA HANOIN?
ATAN HAU HAKEREK IDA NEE HO MATA BEEN:AMI FUTURU NASAO TIMOR LESTE MAI IHA RAI LIUR BUKA MATENEK ATU SERVI NASAUN ,ATU HALO NASAO FURAK,MURAK HANESAN MOS NASAON SELUK.OBRIGADO BA NAI ULUN NASAON TIMOR
ATAN HAU
HO RESPEITO
FO AMI NIA SENTIMENTO TUIR EMAIL IDA NEE.BA NASAON.ATU NUNEE TAU MATAN ATAN AMI NIA FUTURU BA NASAON TIMOR-LESTE.
Xyw08A gztixcbxavhr, [url=http://vlyccsaqabde.com/]vlyccsaqabde[/url], [link=http://zcasleltojkm.com/]zcasleltojkm[/link], http://mofcfsnzpavu.com/
2O75um vjsebrwfshpv, [url=http://dslykuohjvbx.com/]dslykuohjvbx[/url], [link=http://rorsdpaafcua.com/]rorsdpaafcua[/link], http://ttbeguvrljjp.com/
heeeeee kuitado ba imi kul ih mlng liu2 o joao hw mk nudar ih Romos Horta nia ain fatin ema hns joao hw direitamente fo attendementu lalais tan ho o nia sentimento oan neeeeee.
KUL MK LA DI