Arsip untuk ‘LETUPAN PEMIKIRAN’ Kategori

h1

KENAPA Anak Timor Leste Susah Bergaul…??

November 7, 2008

Oleh: M.J Gusmao Dos Reis “Inna Reis”

Sebuah Refleksi Pribadi

Pasca Timor Leste berdiri sendiri setelah masa transisi Peserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 2002, banyak putra-putri Timor Leste yang meninggalkan rumah, keluarga dan tanah air untuk merantau ke luar negeri demi menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi untuk mewujudkan cita-cita.

Salah satu Negara yang dituju adalah Indonesia, di Indonesia daerah Jawa dan Bali-lah yang menjadi pilihan bagi kebanyakan putra dan putri Timor Leste untuk menuntut ilmu. Diperantauan banyak kendala di hadapi dalam menuntut ilmu di bangku kuliah, terlepas dari kendala yang di hadapi dalam menuntut ilmu di bangku kuliah, ada satu kendala yang paling umum yaitu, anak-anak Timor Leste susah bergaul dengan orang lain di luar komunitas anak-anak Timor Leste.

Manusia adalah mahkluk social dan sudah seharusnya beradaptasi dengan orang-orang disekitarnya, kadang ada pertanyaan yang muncul dari orang, mengapa anak-anak timor leste tidak bergaul dengan orang diluar komunitas mereka??

Bukannya sombong tau tidak mau bergaul dengan orang diluar komunitas mereka, tetapi ada beberapa kendala tersendiri yang dihadapi oleh mereka yaitu, perbedaan bahasa, budaya dan beberapa hal lainnya. Dan yang paling umum adalah dalam berbahasa indonesia, anda pasti bertanya bagaimana dalam berbahasa Indonesia bisa menjadi kendala bukankah sebelum memisahkan diri dari indonesia mereka menggunakan bahasa Indonesia?

Pada waktu Timor Leste masih bergabung dengan Indonesia, bahasa Indonesia digunakan dalam aktivitas sehari-hari dan di pakai dan ajarkan di Sekolah dasar sampai Perguruan Tinggi dan dalam pemakaiannya didampingkan dengan bahasa daerah (bahasa Tetum), setelah melepaskan diri dari Indonesia pada tahun 1999 bahasa Indonesia mulai jarang digunakan dan perlahan mulai tergeser dengan penggunaan bahasa Portugis dan bahasa inggris yang dupakai berdampingan dengan bahasa Tetum. Dan secara tidak langsung khususnya anak-anak Timor Leste yang baru menyelesaikan Studi menengah Atas di Timor leste dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Indonesia secara pribadi mengalami kendala dalam berbahasa Indonesia. Bisa di katakan semua anak-anak Timor Leste yang ada di Indonesia saat ini rata-rata semuanya dapat mengerti dan paham bahasa indonesia namun mereka belum mampu untuk berkomunikasi dengan lancar. Perbedaan dialek (cara ngomong) membuat kebanyakan anak-anak Timor leste merasa malu atau canggung ketika harus melakukan komunikasi dengan mahasiswa indonesia.

Bahasa dan dialek sangat berkaitan dengan kebiasaan artinya, mahasiswa Timor Leste yang ada di Indonesia harus mulai membiasakan diri untuk membangun komunikasi dengan lingkungan di luar komunitas mereka. Tetap berada di dalam komunitas mereka dan tidak berusaha untuk berkomunikasi akan menyebabkan semakin kuatnya stigma bahwa anak Timor Leste tidak mampu berkomunikasi dengan mahasiswa asli Indonesia di kampusnya.

Padahal perlu diingat bahwa kemampuan berbahasa ini sangat menentukan seberapa banyakkah ilmu yang dapat terserap ketika menuntut ilmu di tempat yang mempunyai budaya dan bahasa yang berbeda ( negara lain contohnya). Maka tidak ada salahnya, demi untuk kemajuan pribadi dan Timor Leste, setiap mahasiswa timor Leste yang bersekolah di negara lain manapun untuk mencoba menggali ilmu sebanyak-banyaknya dan bahasa adalah medianya.

penulis adalah mahasiswa Timor Leste yang sedang study di Surabaya-Indonesia