| Pembantaian Timor Timur; Horor Masyarakat Internasional |
 |
 |
| Judul |
: Pembantaian Timor Timur; Horor Masyarakat Internasional |
| Penulis |
: Joseph Nevins |
| Penerbit |
: Galang Press |
| Tahun |
: 2008 |
| Genre |
: Sejarah |
| Tebal |
: 375 Halaman |
| ISBN |
: 978-602-8174-05 |
Banjir Darah di Timor Timur
Dahulu wilayah Timor Timur sempat menjadi provinsi termuda di Indonesia. Namun, setelah jajak pendapat dan banyak warga yang menghendaki lepas dari wilayah NKRI, Timor Timur akhirnya memilih menjemput kemerdekaannya. Tepat pada 20 Mei 2002 Timor Timur menghibarkan bendera kemerdekaan setelah penyerahan pemerintahan oleh UNTAET (United Nations Transitional Administration in East Timor – Pemerintahan Peralihan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor Timur) kepada Kepala Pemerintahan terpilih.
Selepas merdeka, bangsa Timor Timur sedikit bernafas lega. Kebebasan, perdamaian, ketenangan, serta harapan-harapan menatap masa depan mulai terpancar dari wajah-wajah anak-anak bangsa. Namun, sesekali hela nafas mereka diselimuti kecemasan, perasaan takut, serta trauma yang mendalam. Mereka begitu tercekam perasannya ketika teringat peristiwa masa lalu. Darah membanjir, nyawa melayang, jeritan tangis anak-anak dan wanita memecah kesunyian, beribu rumah dibakar, dan beribu orang mencari perlindungan. Timor Timur benar-benar dalam penderitaan. Dan keadaan itu terus berlanjut sampai saat mereka menerobos lorong kemerdekaan Read the rest of this entry ?